Uji Korelasi Pearson: Pengertian, Rumus, Contoh, Interpretasi, dan Panduan Lengkap (Super Lengkap untuk Penelitian)

Uji korelasi Pearson adalah salah satu metode analisis statistik yang paling sering muncul dalam penelitian kuantitatif, skripsi, tesis, jurnal ilmiah, hingga analisis data profesional. Teknik ini digunakan untuk mengukur hubungan linear antara dua variabel numerik, seperti pendapatan–pengeluaran, jam belajar–nilai, usia–tingkat kesehatan, dan berbagai kasus lainnya.

Meskipun terlihat sederhana, banyak peneliti pemula yang masih bingung:
Bagaimana cara menginterpretasi nilai r? Apa arti p-value? Bagaimana jika data tidak normal? Apakah Pearson bisa dipakai untuk data ordinal? Dan bagaimana membuat laporan hasil analisisnya?

Artikel panjang ini akan membahas semuanya secara mendalam, lengkap, dan mudah dipahami — tanpa copy paste dari web mana pun.


Uji Korelasi Pearson

Apa Itu Uji Korelasi Pearson?

Uji korelasi Pearson atau Pearson Product Moment Correlation adalah teknik statistik parametrik yang digunakan untuk mengukur:

  • kekuatan hubungan
  • arah hubungan
  • hubungan linear

antara dua variabel numerik berskala interval atau rasio.

Keluaran utama dari analisis ini adalah nilai koefisien korelasi (r), yaitu angka antara –1 hingga +1.

Interpretasi Singkat:

Nilai rMakna
+1Hubungan positif sempurna
–1Hubungan negatif sempurna
0Tidak ada hubungan

Semakin mendekati ±1 → semakin kuat hubungannya.
Semakin mendekati 0 → semakin lemah hubungannya.

Ini membuat Pearson menjadi metode yang sangat intuitif untuk menganalisis hubungan antar data.


Tujuan Uji Korelasi Pearson

Uji ini bertujuan untuk:

Mengetahui apakah dua variabel saling berhubungan

Contoh: apakah lama belajar berhubungan dengan nilai ujian?

Mengukur seberapa kuat hubungan tersebut

Hubungan kuat tidak selalu berarti signifikan.
Begitu pula sebaliknya.

Mengetahui arah hubungan (positif atau negatif)

  • Positif: semakin tinggi X, semakin tinggi Y.
  • Negatif: semakin tinggi X, semakin rendah Y.

Menentukan signifikansi hubungan secara statistik

Ini dilihat dari nilai p-value.


Syarat Menggunakan Uji Korelasi Pearson

Walaupun korelasi Pearson populer, metode ini memiliki syarat tertentu agar hasilnya valid. Banyak peneliti skripsi yang salah karena memaksakan Pearson untuk data yang tidak memenuhi kriteria.

Berikut syarat-syaratnya:


Data harus berskala interval atau rasio

Contoh data yang cocok:

  • berat badan
  • tinggi badan
  • penghasilan
  • nilai ujian
  • jumlah jam belajar
  • tekanan darah

Data kategorik atau ordinal tidak boleh digunakan.


*Hubungan antar variabel harus linear

Pearson hanya mengukur hubungan linear, bukan hubungan kurva.

Jika hubungan membentuk pola U atau pola melengkung, Pearson tidak cocok.


Data harus berdistribusi normal

Normalitas perlu diuji dengan:

  • Shapiro–Wilk
  • Kolmogorov–Smirnov
  • Lilliefors

Jika data tidak normal → gunakan Spearman.


Tidak boleh ada outlier ekstrem

Outlier bisa membuat nilai korelasi menjadi bias.

Misalnya: satu nilai ekstrem bisa membuat r berubah drastis.


Variabel harus berpasangan

Setiap responden harus memiliki nilai X dan Y.


Rumus Uji Korelasi Pearson

Berikut adalah rumus resmi Pearson Product Moment: r=n∑XY−(∑X)(∑Y)[n∑X2−(∑X)2][n∑Y2−(∑Y)2]r = \frac{n\sum XY – (\sum X)(\sum Y)}{\sqrt{\left[n\sum X^2 – (\sum X)^2\right]\left[n\sum Y^2 – (\sum Y)^2\right]}}r=[n∑X2−(∑X)2][n∑Y2−(∑Y)2]​n∑XY−(∑X)(∑Y)​

Keterangan:

  • X = variabel pertama
  • Y = variabel kedua
  • n = jumlah data

Meskipun rumus terlihat kompleks, software statistik mampu menghitungnya dalam hitungan detik.


Cara Menghitung Uji Korelasi Pearson (Dengan Contoh Perhitungan)

Untuk membuat artikel ini lebih praktis, berikut contoh sederhana.

Data:

Peneliti ingin melihat apakah jam belajar (X) berhubungan dengan nilai ujian (Y).

Jam Belajar (X)Nilai (Y)
260
365
470
575
685

Hasil Perhitungan Manual (singkat):

  • ΣX = 20
  • ΣY = 355
  • ΣXY = 1.460
  • ΣX² = 90
  • ΣY² = 25.425
  • n = 5

Masukkan ke rumus Pearson, diperoleh: r=0.96r = 0.96r=0.96

Interpretasi:

  • Hubungan sangat kuat
  • Arah hubungan positif: semakin lama belajar → nilai semakin naik
  • Secara umum hubungan ini signifikan (p < 0.05)

Ini contoh nyata bagaimana Pearson bekerja.


Cara Membaca Nilai Korelasi (Interpretasi Kekuatan r)

Berikut standar interpretasi nilai r yang paling umum digunakan:

Nilai rKekuatan Hubungan
0 – 0.199Sangat lemah
0.20 – 0.399Lemah
0.40 – 0.599Sedang
0.60 – 0.799Kuat
0.80 – 1.00Sangat kuat

Catatan: Interpretasi harus disesuaikan dengan konteks penelitian.


Arah Hubungan dalam Uji Korelasi Pearson

Pearson menunjukkan arah hubungan, yaitu:


Hubungan Positif

Jika r bernilai positif, artinya:

  • X naik → Y naik
  • X turun → Y turun

Contoh:
Tinggi badan dan berat badan.


Hubungan Negatif

Jika r bernilai negatif, artinya:

  • X naik → Y turun
  • X turun → Y naik

Contoh:
Jam bermain game dan nilai ujian (dalam beberapa kasus).


P-Value dalam Uji Korelasi Pearson

Selain nilai r, Pearson juga menghasilkan nilai p-value.

Interpretasi:

  • p < 0.05 → hubungan signifikan
  • p ≥ 0.05 → hubungan tidak signifikan

Banyak mahasiswa skripsi salah memahami hal ini.
Signifikan berarti hubungan tersebut secara statistik benar-benar terjadi, bukan sekadar kebetulan.


Contoh Interpretasi Uji Korelasi Pearson (Siap Tempel ke Skripsi)

Berikut contoh interpretasi yang dapat langsung digunakan di laporan penelitian:

Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = 0.72 dengan nilai signifikansi p = 0.001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara variabel jam belajar dan nilai ujian. Dengan demikian, semakin lama siswa belajar, semakin tinggi nilai ujian yang diperoleh.


Cara Melakukan Uji Korelasi Pearson di SPSS

Panduan lengkap:

Langkah 1: Buka menu ANALYZE

Klik Analyze → Correlate → Bivariate.

Langkah 2: Pilih variabel X dan Y

Masukkan kedua variabel ke kotak “Variables”.

Langkah 3: Centang Pearson

Pastikan:

  • Pearson → dicentang
  • Two-tailed → aktif

Langkah 4: Klik OK

Hasil Output SPSS menunjukkan:

  • Nilai r
  • Nilai p-value
  • Jumlah sampel

Cara Uji Korelasi Pearson di Excel

Gunakan fungsi:





=CORREL(rangeX ; rangeY)

Contoh:





=CORREL(B2:B100 ; C2:C100)

Cara Melakukan Uji Korelasi Pearson di SPSS, R, Python

Python





import scipy.stats as stats

r, p = stats.pearsonr(data['X'], data['Y'])
print(r, p)

R





cor.test(data$X, data$Y, method="pearson")

Baca juga : Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov: Pengertian, Rumus, dan Cara Membacanya
10 Aplikasi Olah Data Terbaik 2025 untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Paling Mudah Dipakai!)
Cara Mengatasi Data Tidak Normal Dengan Mudah Dan Cepat

Kunjungi juga instagram @olahdatasite

Kelebihan Uji Korelasi Pearson

  1. Sederhana
  2. Mudah dipahami
  3. Banyak didukung software statistik
  4. Cocok untuk data numerik
  5. Memberikan gambaran cepat tentang hubungan variabel

Kelemahan Uji Korelasi Pearson

  1. Tidak cocok untuk hubungan non-linear
  2. Sensitif terhadap outlier
  3. Hanya untuk data normal
  4. Tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat
  5. Tidak cocok untuk data ordinal

Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan Uji Korelasi Pearson?

Jangan gunakan Pearson jika:

  • Data tidak normal
  • Pola hubungan membentuk kurva
  • Data berskala ordinal
  • Variabel tidak berpasangan
  • Ada outlier ekstrem yang tidak bisa diatasi

Perbedaan Uji Korelasi Pearson, Spearman, dan Kendall

MetodeJenis DataKelebihanKapan Digunakan
PearsonNumerik normalAkurat untuk linearJika data normal dan linear
SpearmanOrdinal / non-normalStabil terhadap outlierJika data tidak normal
KendallOrdinal kecilLebih robustJika sampel kecil

Contoh Studi Kasus Nyata

Kasus: Hubungan Penghasilan dan Pengeluaran

Data menunjukkan:

  • r = 0.88
  • p = 0.000

Interpretasi:

Hubungan positif sangat kuat dan signifikan: semakin besar penghasilan seseorang, semakin tinggi pula pengeluarannya.


Kesalahan Umum dalam Uji Korelasi Pearson

  1. Menggunakan data ordinal
  2. Data tidak berpasangan
  3. Memaksakan Pearson saat data tidak normal
  4. Interpretasi r tanpa melihat p-value
  5. Menganggap korelasi = kausalitas

Template Pelaporan Uji Korelasi Pearson (Siap Pakai)

Berikut template laporan sesuai standar skripsi & jurnal ilmiah:

Uji korelasi Pearson dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel X dan Y. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = … dengan nilai signifikansi p = …. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat/ tidak terdapat hubungan yang (kuat/sedang/lemah) dan (positif/negatif) antara variabel X dan Y.


Kesimpulan

Uji korelasi Pearson adalah metode statistik yang powerful untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan linear antar dua variabel numerik. Teknik ini penting untuk penelitian ilmiah, analisis data, skripsi, tesis, dan publikasi akademik.

Dengan memahami:

  • Cara menghitung
  • Syarat penggunaan
  • Interpretasi nilai r
  • P-value
  • Perbedaan dengan Spearman
  • Contoh hasil analisis

maka Anda dapat melakukan uji korelasi Pearson dengan benar dan menghasilkan laporan yang profesional.


Jika kalian bingung mengenai olah data ataupun analisis data silakan menghubungi admin olahdatasite melalu whatsapp 085183174007, ataupun kunjungi home jasa olah data statistik olahdatasite.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *